73

Pengertian Hewan Ruminansia Lengkap dengan Contoh dan Penjelasannya

Pernahkah kamu mendengar tentang hewan ruminansia?. Pastinya pernah dong, yaps karena kamu sudah mempelajarinya dikelas 11 SMA.

Untuk kali ini kita akan membahas secara detail apa itu hewan ruminansia dan juga contohnya.

Pastinya kamu pernah melihat sapi bukan, tahukah kamu kalau sapi mencerna makanan sebanyak dua kali. Lalu apa hubungannya sapi dengan hewan ruminansia.

Sapi merupakan hewan pemamah biak yang mencerna makananya melalui dua fase. Lalu hewan pemamah biak itu apa? oke langsung saja kita bahas pelan-pelan.

Pengertian Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia atau hewan pemamah biak adalah segerombolan hewan pemakan tumbuhan (herbivora).

Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang unik dibandingkan dengan manusia. Hal tersebut dikarenakan hewan ruminansia memiliki dua fase pencernaan.

Fase pertama terjadi ketika makanan baru masuk ke mulut. Makanan tersebut hanya dikunyah sebentar didalam mulut, dan masih berbentuk kasar. Dan kemudian makanan tersebut akan masuk dan di simpan didalam rumen (lambung).

Fase kedua terjadi ketika rumen sudah penuh kemudian makanan tersebut akan dikeluarkan untuk dikunyah kembali hingga teksturnya halus. Lalu makanan tersebut akan masuk kembali kedalam lambung lagi.

Proses mengeluarkan makanan dari rumen ke mulut disebut cudding. Sedangkan mengeluarkan kembali makanan sudah dicerna sebagian disebut cad.

Urutan Pencernaan Hewan Ruminansia

Dari gambar skema pencernaan hewan ruminansia diatas masing-masing organ memiliki fungsi sebagai berikut.

1. Rongga Mulut

Rongga mulut merupakan organ yang menjadi tempat pertama dalam proses pencernaan hewan ruminansia. Di dalam rongga mulut terdapat 3 jenis gigi yaitu.

  1. Gigi seri, berfungsi untuk menjepit dan memotong makanan yang berupa rerumputan ataupun dedaunan.
  2. Gigi taring, berfungsi untuk mengoyak dedaunan yang agak keras.
  3. Gigi geraham, berfungsi untuk mengunyah makanan.

Sebagai contoh, sapi memiliki susunan gigi sebagai berikut.

33000033Rahang atas
MPCIICPMJenis gigi
33044033Rahang bawah

Keterangan :

M =MolareGigi geraham belakang
P =PremolareGigi geraham depan
C =CanninusGigi taring
I =InsisivusGigi seri

Rahang hewan ruminansia dapat bergerak menyamping, hal ini berfungsi untuk menggiling makanan.

2. Esofagus

Kerongkongan (esofagus) merupakan organ penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Makanan yang sudah dikunyah didalam mulut akan melewati kerongkongan.

Hewan ruminansia kebanyakan memiliki organ kerongkongan yang relatif pendek. Sehingga hal ini menyebabkan makanan yang melewati kerongkongan sangat singkat.

3. Lambung

Lambung hewan ruminansia

Makanan yang sudah dikunyah dan melewati esofagus maka kemudian makanan akan disimpan di lambung. Tidak hanya itu lambung juga berfungsi untuk tempat pembusukan makanan yang berupa simbiosis.

Simbiosis ini terjadi antara hewan pemamah biak dengan flagellata ddari jenis Copromonas subtitis dan bakteri dari gebus Cytopaga.

Didalam lambung hewan ruminansia terdiri dari tiga bagian, berikut penjelasanya.

a. Rumen

Setelah makanan melewati esofagus, maka makanan akan disimpan di dalam rumen. Rumen juga merupakan organ yang paling besar pada bagian lambung dari pada bagian lainya.

Ketika makanan masuk ke rumen maka akan terjadi simbiosis antara flagellata dengan hewan pemamah biak. Dari proses simbiosis ini akan menghasilkan lima enzim yaitu enzim, selulase, oligosakharase, hidrolase, glikosidase dan enzim amilase.

Lima enzim tersebut berfungsi untuk mengurai selulosa. Selulosa adalah komponen utama yang membentuk tanaman hijau. Selulosa merupakan molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen dan terdapat polisakarida.

b. Retikulum

Retikulum sering disebut sebagai perut jalang, karena dalam retikulum terdapat dinding oto yang cukup kuat. Dinding ini berfungsi untuk memproses dan menggiling makanan menjadi lebih halus.

Retikulum berbatasan langsung dengan rumen, namun keduanya tidak memiliki sekat pemisah. Pemisah kedua organ tersebut ialah berupa lipatan, sehingga menyebabkan partikel makanan menjadi tercampur.

Didalam retikulum dan rumen terjadi pencernaan secara fermentatif, hal ini di karenakan terdapat bermilyaran mikroorganisme.

c. Omasum

Makanan yang keluar dari retikulum akan masuk ke dalam omasum. Di dalam omasum terdapat enzim-enzim yang berfungsi untuk menghaluskan makanan. Makanan yang berada di omasum akan diserap oleh dinding omasum, proses ini dinamakan absorpsi.

Omasum memiliki bentuk permukaan berbuku-buku dan memiliki Ph antara 5,2 sampai 6,5. Diantara omasun dan abomasum terdapat penghubung berupa lubang yang disebut omaso abomasal orifice.

d. Abomasum

Abomasum sering disebut perut sejati/masam dan memiliki permukaan yang dilapisi oleh mukosa. Mukosa ini berfungsi untuk melindungi dinding sel tercena oleh enzim yang dihasilkan oleh abomasum.

Sel-sel mukosa akan meghasilkan pepsinogen dan sel pariental menghasilkan HCL. Pepsinogen akan bereaksi dengan HCL kemudian membentuk pepsin. Pada saat pembentukan pepsin reaksi akan terus berjalan secara otokatalitik. Dan semua enzim bekera secara optimal yaitu ketika di abomasum.

4. Usus Halus

Setelah melalui beberapa proses pencernaan di dalam lambung, makanan akan menuju usus halus. Di usus halus inilah makanan akan diserap sari-sarinya, dan di edarkan keseluruh tubuh menjadi energi.

Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu:

  • Deodenum
  • Jejenum
  • Ileum

Proses penyerapan sarimakanan dari organ gastrointestinal terjadi dengan cara traspor pasif atau secara difusi sipermudah.

5. Anus

Setelah proses penyerapan sari makanan yang dilakukan usus halus, kemudian ampas bekas penyerapan tersebut akan menuju anus. Ampas-ampas ini akan menumpuk dan menjadi kotoran yang siap dikeluarkan.

Contoh Hewan Ruminansia

Dari penjelasan diatas, berikut beberapa hewan yang termasuk dalam golongan hewan ruminansia.

  1. Sapi
  2. Domba
  3. Kambing
  4. Rusa
  5. Kerbau
  6. Jerapah
  7. Kijang
  8. Keledai
  9. Unta

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply